Saya paling malas kalau disuruh masuk ke kantor polisi. Haaaaaah, bawaannya pasti prasangka buruk. Kenapa ya? Mungkin karena ada stereotip yang beredar di masyarakat bahwa polisi Indonesia itu adalah orang nyebelin yang sukanya narikin uang korup dari masyarakat, yang kalau masih muda biasanya sok ganteng. Hahahahaha. Meskipun saya termasuk orang yang menganggap bahwa tidak semua stereotip adalah benar, saya termasuk setuju dengan stereotip ini.
Buktinya, waktu saya berniat membuat Surat Tanda Bukti Lapor Kehilangan Barang/Surat-Surat di Polres Bulaksumur, Sleman, DIY, saya diminta ‘bantuan administrasi’. Lah? Dulu waktu SMA saya pernah buat surat yang sama di Polres Wirobrajan tapi bebas biaya.
Sebenarnya sih jumlah ‘bantuan administrasi’ itu se-’rela’-nya kita, tapi ya mosok mau dikasih 1000 perak?? Ya udah deh, dengan terpaksa, saya memberikan selembar uang 10.000 an….T_T
KESEL.
Buat Pak Bambang, Kapolri baru kita, kalau memang Anda bersungguh-sungguh ingin memberantas preman, jangan lupa berantas dulu ‘preman-preman’ di dalam korps yang anda pimpin.
